Rabu, 29 Juli 2015

10 hal tentang Gunadarma Yang harus Di Perbaiki , Di Adakan dan Di Tiadakan


Untuk 10 hal ini mungkin merupakan hasil dari kesimpulan saya di Gunadarma mendengarkan pendapat dari teman-teman tentang apa saja yang sebaiknya Gunadarma Adakan dan Tiadakan.

1. Pengisian KRS.
Seharusnya pengisian KRS Gunadarma sudah bisa online Sehingga lebih mudah. Tidak perlu mengantri. ya memang Guandarma masih menggunakan sistem Paket SKS.

2. Penyesuain Jadwal dengan Universitas lain.
Terkadang kenadala ada di sini, Univeristas lain Sudah libur tetapi Guandarma masih masuk. Nah saat univeristas gunadarma libur universitas lain sudah masuk. jadinya tidak ada kesesuain jadwal membuat teman teman mahasiswa tidak dapat membuat jadwal libur yang bagus.
 
3. Libur Semster
Seharusnya Libur semster itu memiliki waktu yang panjang dan pas. kadang guandarma memiliki jadwal yang semerawut
.

4. Pensi Universitas dan Acara lainya.
Seharusnya Gunadarma memiliki suatu acara yang besar sehingga menarik mahasiswa luar dan memperkenalkan Gunadarma lebih baik.

5. Infocus/Proyektor.
Seperti Infocus/proyektor untuk presentasi saat ini mahasiswa gunadarma masih menggunakan OHP untuk presentasi di kelas dan itu sudah ketinggalan jaman.
 
6. Hapus LABSI Menggunakan Mesin Tik untuk Pengerjaannya.
Gunadarma ini udah 2015 masih aja mesin Tik, orang juga udah males produksi dan mencarinya susah.

7. AC (Air Conditioner)/Prndingin Ruangan.
Tidak semua kelas AC nya berfungsi dengan baik. Hal seperti ini dapat mengganggu Kenyamanan dalam belajar.

8. Fasilitas WIFI.
Nah ini dia yang masih kurang dari Gunadarma, katanya sih kampus berbasis internasional dan terkenal dengan IT nya tapi untuk fasilitas wifi masih susah. Perluas lah jaringannya biar mahasiswa betah di kampus.
 
9. Nilai IP dan IPK.
Kalo bisa sih ini di percepat pengeluarannya dan kadang websitenya down dan susah di buka. di upgrade lah servernya

10. Penghapus Papan Tulis.
Hal sekecil ini saja terkadang sulit ditemuakan di Gunadarma
 









Sabtu, 13 Juni 2015

[ TULISAN ] Gaya Kepemimpinan

Kempemimpinan 
 
 
Gaya kepemimpinan seperti apa yang anda terapkan jika anda menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi ?

Gaya Kepemimpinan Yang saya Gunakan jika saya menjadi pemimpin di dalam organisasi adalah Tegas tetapi dapat di percaya oleh semuanya untuk dapat mempipin organisasi. Serta Menghormati namanya perbedaaan pendapat di dalam kelompok. Sebuah Organisasi tidak akan pernah maju ataupun berkembang apabila tidak ada bantuan ataupun kerjasaama dengan semua pegawainya. 
 
 
 
 

Teori dan Arti Penting dari Kepemimpinan

ARTI PENTING KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.


 
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN :

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
  • Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
  • Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.
  1. Teori-teori dalam Kepemimpinan
a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.

b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
– Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya.
– Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan.

c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang.

d) Teori kepemimpinan transaksional
Pemimpin transaksional tahu apa yang dia inginkan dari pekerjaan dan memastikan bahwa para pengikutnya melakukan dengan baik untuk memberikan hasil yang diharapkan.


e) Teori kepemimpinan transformasional
Dalam teori kepemimpinan transformasional, orang-orang atau pengikut terinspirasi oleh pemimpinnya, dan pemimpin harus memiliki gairah dengan kepemimpinannya. Singkatnya, pengikut akan terdorong karena terinspirasi dari pemimpin dan menjadi pengikut yang berpotensi.



Sumber :



Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan Seseorang di Dalam Organisasi

Faktor - Faktor Yang mempengaruhi kepemimpinan


Banyak yang dapat memperngaruhi sifat dari kepemimpinan tersebut

  • Harapan atau perilaku atasan
Sebagai contoh, yang secara tegas memakai gaya yang berorientasi pada tugas, cenderung seorang manajer menggunakan gaya itu.

  • Karakteristik harapan atau perilaku bawahan
Mempengaruhi terhada gaya kepemimpinan manajer. Sebagai contoh, karyawan yang mempunyai kemampuan tinggi biasaynya kurang memerlukan pendekatan yang bersifat direktif dari pemimpin

  • Kebutuhan tugas
Setiap tugas juga akan mempengaruhi gaya pemimpin. Sebagai contoh, bawahan yang bekerja pada bagian pengolahan data (litbang) menyukai pengarahan yang lebih berorientasi kepada tugas

  • Iklim dan kebijakan organisasi
Mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan. Sebagai contoh, kebijakan dalam pemberian penghargaan , imbalan dengan skala gaji yang ditunjang dengan insentif lain (dana pendiun, cuti, bonus) akan mempengaruhi motivasi kerja bawahan.

  • Harapan dan perilaku rekanan
Sebagai contoh, manajer membentuk persahabatan dengan rekan-rekan dalam organisasi. Sikap mereka ada yang merusak reputasi, tidak mau kooperatif, berlomba memperebutkan sumber daya, sehingga mempengaruhi rekan-rekannya.


Pemimpin tersebut akan berhasil bila setiap pemimpin paham akan tugas yang hasur dilaksanakan. Seseorang harus bisa mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran, perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain. 



Sumber:
http://fitriyantopendaki.blogspot.com/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-efektivitas.html 
http://kaltim.tribunnews.com/2012/08/18/faktor-yang-mempengaruhi-efektivitas-pemimpin-dalam-manajemen-pendidikan 
 
 

Sabtu, 02 Mei 2015

TULISAN

Setiap orang pasti pernah berada di dalam sebuah kelompok dengan tujuan yang sama, termasuk juga Anda. Ceritakanlah pengalaman Anda berada di dalam suatu kelompok, entah itu kelompok belajar ataupun kelompok bekerja, dan keputusan apa yang pernah Anda ambil untuk kelangsungan kelompok tersebut !


Dalam sesuatu kelompok belajar maupun kelompok kerja memerlukan pengambilan keputusan agar terjalin  kerjasama yang baik dengan anggota yang lain. Ketika saya dan teman-teman membentuk kelompok belajar pengambilan keputusan dalam mengerjakan tugas-tugas dan pembagian tugas dilakukan dengan musyawarah terlebih dahulu. Sehingga tidak terjadinya tidak saling mengetahui informasi serta merasa tidak memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.

Terkadang pengambilan keputusan adanya terjadinya perbedaan karena opini masing masing anggota berbeda. Jika terjadi kendala akan dimusyawarahkan kembali agar mendapat jalan keluar yang baik.

Jadi, keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan.



Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mengambil keputusan

Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut : 

  1. Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan 
  2. Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
  3. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain 
  4. Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan
  5. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik; 
  6. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama
  7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik
  8. Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul
  9. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya. 

Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu :

1. Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.

2. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.

3. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.

4. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.

5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.

6. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu. 

Selanjutnya, John D.Miller dalam Imam Murtono (2009) menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan adalah: jenis kelamin pria atau wanita, peranan pengambilan keputusan, dan keterbatasan kemampuan.

Dalam pengambilan suatu keputusan individu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu nilai individu, kepribadian, dan kecenderungan dalam pengambilan resiko. 

Pertama, nilai individu pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang jika ia dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu keputusan. Nilai-nilai ini telah tertanam sejak kecil melalui suatu proses belajar dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam banyak keadaan individu bahkan tidak berfikir untuk menyusun atau menilai keburukan dan lebih ditarik oleh kesempatan untuk menang. 

Kedua, kepribadian. Keputusan yang diambil seseorang juga dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kepribadian. Dua variabel utama kepribadian yang berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat, seperti ideologi versus kekuasaan dan emosional versus obyektivitas. Beberapa pengambil keputusan memiliki suatu orientasi ideologi tertentu yang berarti keputusan dipengaruhi oleh suatu filosofi atau suatu perangkat prinsip tertentu. Sementara itu pengambil keputusan atau orang lain mendasarkan keputusannya pada suatu yang secara politis akan meningkatkan kekuasaannya secara pribadi.

Ketiga, kecenderungan terhadap pengambilan resiko. Untuk meningkatkan kecakapan dalam membuat keputusan, perawat harus membedakan situasi ketidakpastian dari situasi resiko, karena keputusan yang berbeda dibutuhkan dalam kedua situasi tersebut. Ketidakpastian adalah kurangnya pengetahuan hasil tindakan, sedangkan resiko adalah kurangnya kendali atas hasil tindakan dan menganggap bahwa si pengambil keputusan memiliki pengetahuan hasil tindakan walaupun ia tidak dapat mengendalikannya. Lebih sulit membuat keputusan dibawah ketidakpastian dibanding dibawah kondisi bahaya. Di bawah ketidakpastian si pengambil keputusan tidak memiliki dasar rasional terhadap pilihan satu strategi atas strategi lainnya.


Komentar :
Dalam pengambilan keputusan banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya. Bisa berasal dari dalam dan bisa juga dari luar negeri dalam mengambil keputusan.


Referensi :

JENIS-JENIS KEPUTUSAN DI DALAM ORGANISASI

Definisi Keputusan

Keputusan adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan - kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya. Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah. keputusan adalah suatu ketetapan yang diambil oleh organ yang berwenang berdasarkan kewenangan yang ada padanya. 


Jenis-jenis Keputusan Didalam Organisasi


Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan. 
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu : 

a. Keputusan Rutin atau Terprogram 

Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya. Keputusan Rutin atau terprogram memiliki struktur yang teratur karena setiap kinerja diukur secara jelas, rutin dan berulang-ulang. Tingkat kepastian didalam keputusan ini sangat tinggi relatifnya. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. 
Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost. 

b. Keputusan Tidak Rutin atau Keputusan Tidak Terprogram 

Keputusan tidak rutin adalah reputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin atau tidak dilakukan secara berulang-ulang. Keputusan ini dilakukan ketika sebuah organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, oleh karena itu keputusan tidak rutin atau tidak terprogram 
Contoh keputusan rutin adalah dalam suatu perusahaan jika kita mendapatkan suatu masalah maka, kita dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikannya kita tidak boleh terburu-buru karena dapat menyebabkan kita mengambil atau memilih keputusan yang salah dan bahkan dapat membuat masalah semakin sulit. Oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dengan baik dengan cara mencari informasi, memahaminya dengan baik, dan mendiskusikan keputusan kita dengan orang-orang yang ikut dalam perusahaan itu, agar keputusan yang kita ambil dapat diterima dengan baik dan dapat memecahkan masalah yang ada.


Komentar :

Dalam pengambilan keputusan dalam organisasi seorang pemimpin biasanya melakukan keputusan yang Rutin dan Yang Tidak rutinKeputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya. Dan keputusan tidak rutin adalah reputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin atau tidak dilakukan secara berulang-ulang.


Referensi :
http://annisaldinah.blogspot.com/2015/05/jenis-jenis-keputusan-di-dalam.html
http://erlanggaba.blogspot.com/2013/05/definisi-keputusan-dan-dasar.html
http://myblogsoniaregina.blogspot.com/2013/04/pengambilan-keputusan-dalam-organisasi.html